Perbandingan Teknologi Satelit VSAT dan Starlink Dalam Penyediaan Internet Broadband di PT Primacom Interbuana
DOI:
https://doi.org/10.55215/jet.v1i1.7Abstract
Kebutuhan akses internet yang merata di seluruh wilayah Indonesia mendorong berbagai penyedia layanan komunikasi untuk memanfaatkan teknologi satelit, khususnya pada teknologi Very Small Aperture Terminal (VSAT) dan Starlink. PT Primacom Interbuana sebagai salah satu perusahaan penyedia layanan komunikasi data, berperan dalam mendistribusikan akses internet ke berbagai daerah. Kerja praktek ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan teknologi VSAT dan Starlink dalam penyediaan layanan internet broadband. Metode yang digunakan dalam laporan ini meliputi analisis dan pengujian kinerja kedua teknologi berdasarkan parameter seperti, kecepatan, latency, throughput, kualitas sinyal, jangkauan, kemudahan instalasi dan biaya layanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknologi Starlink, yang beroperasi pada orbit Low Earth Orbit (LEO), memiliki keunggulan signifikan dibandingkan VSAT yang menggunakan orbit Geostationary Earth Orbit (GEO). Starlink memiliki kecepatan download hingga 152,9 Mbps dan upload 19,43 Mbps dengan latency rata-rata 30 – 50 ms, sehingga sangat sesuai untuk penggunaan aplikasi real-time. Pada VSAT hanya menghasilkan kecepatan download 2,0 Mbps dan upload 1,1 Mbps dengan latency rata-rata 630 ms, yang kurang mendukung untuk aplikasi dengan kebutuhan respons cepat. Starlink lebih efektif dalam penyediaan layanan internet broadband, terutama untuk kebutuhan komunikasi dengan kecepatan tinggi dan latensi rendah. Namun, VSAT tetap relevan digunakan sebagai solusi biaya yang rendah dan koneksi tetap tersedia, meskipun latency tinggi dan kecepatan internet yang rendah.
Kata Kunci: VSAT, Starlink, Broadbannd, Efektivitas
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Elektro Teknik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






